PESAN ANIES BASWEDAN DALAM RAKOR PERSIAPAN UN 201

BSNP Jakarta–Dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tanggungjawab kita sebagai pelaksana UN bukan sekedar tanggungjawab konstitusional tetapi juga tanggungjawab moral. Tanggungjawab moral ini justru lebih berat daripada tanggungjawab konstitusional. Oleh karena itu pelaksanaan UN harus memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter dan moral bagi bangsa Indonesia. Jika UN tidak memberikan kontribusi dalam pembentukan moral, maka apa yang kita laksanakan akan sia-sia, sementara sudah banyak pikiran, tenaga, dan biaya yang kita keluarkan.

Demikian pesan Anies Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2015/2016, di Jakarta, Senin (2/11/2015). Acara ini dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Turut hadir dalam acara ini adalah para pejabat eselon satu dan dua di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, anggota BSNP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Bendahara UN di tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua BSNP Zainal A. Hasibuan dalam paparannya mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak bangsa kita melalui penguatan sistem penilaian, mulai dari  penilaian oleh pendidik, penilaian oleh sekolah, sempai ke penilaian oleh pemerintah dalam bentuk UN.

“Salah satu indikator negara maju adalah adanya sistem penilaian yang mapan sehingga bisa didapatkan potret kompetensi yang benar. Jika sistem penilaian kita memberikan potret yang palsu, maka bentuk intervensi dan program pembinaan yang kita berikan juga semu”, ucap Ucok panggilan akrab Zainal A. Hasibuan.

Dalam konteks pemanfaatan hasil UN,  Zainal mengingatkan bahwa fungsi UN bukan untuk memberikan sanksi atau penaltykepada peserta didik dan satuan pendidikan, tetapi difungsikan sebagai diagnostik sehingga program pembinaan dan intervensi menjadi tepat guna dan sasaran. Lebih lanjut Ketua BSNP juga menekankan pentingnya intervensi teknologi dalam pelaksanaan UN melalui UN Berbasis Komputer atau Computer Based Test.

UN Sebagai Barometer

Kepala Balitbang Totok Suprayitno dalam pengarahannya mengatakan bahwa UN berfungsi sebagai barometer bagi pengguna terhadap keragaman nilai sekolah.

“Terdapat banyak variasi nilai sekolah berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pendidik dan satuan pendidikan. Variasi nilai ini perlu disikapi dengan memberikan acuan baku yang bisa dijadikan barometer. Barometer itu adalah nilai UN”, ucap Totok.

Jika ada sekolah, tambah Totok, yang memberikan nilai delapan kepada peserta didik, apa arti nilai delapan tersebut? Apakah nilai delapan tersebut bisa dibandingkan dengan nilai delapan di sekolah lain? Bagi pengguna, seperti perguruan tinggi, bagaimana menyikapi nilai delapan tersebut?

Demikian beberapa pertanyaan kritis yang disampaikan Kepala Balitbang kepada peserta rapat koordinasi. Menurut Totok, variasi dan keragaman nilai ini bisa diatasi jika ada barometer,yaitu nilai UN. Oleh sebab itu, peserta didik yang mendapat nilai delapan untuk mata pelajaran matematika misalnya, setelah dilakukan penyetaraan dengan nilai UN, bisa jadi nilai delapan tersebut setara dengan nilai tujuh dalam UN.

Dengan demikian, meskipun nilai UN tidak lagi berfungsi untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, eksistensi UN masih sangat penting dalam pengendalian mutu pendidikan.

Terkait dengan peran guru sebagai pendidik dalam melakukan penilaian, Totok mengingatkan agar guru tidak hanya menjadikan peserta didik sebagai obyek yang dinilai dengan  skor tertentu, tetapi juga menjadikan mereka senantiasa siap melakukan perbaikan  melalui umpan balik yang diberikan guru dalam proses pembelajaran. Melalui cara seperti ini para guru diharapkan mampu menjadikan penilaian sebagai cara untuk memperbaiki proses pembelajaran (assessment as learning).

MoU Dengan Kemenristek DIKTI

Kepala Balitbang dalam pengarahannya juga mengatakan bahwa untuk pelaksanaan UN tahun 2016, Kemendikbud dan Kemenristek DIKTI telah sepakat untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding(MoU). Diantara lingkup atau aspek yang dituangkan dalam MoU ini adalah peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan UN.

“Peran perguruan tinggi sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas pelaksanaan UN karena perguruan tinggi akan menggunakan nilai UN sebagai salah satu pertimbangan seleksi penerimaan mahasiswa baru”, ucap Totok seraya menambahkan Kemenristek DIKTI siap memfasilitasi perguruan tinggi yang menggunakan nilai UN untuk dijadikan pertimbangan seleksi, tidak hanya untuk seleksi ke perguruan tinggi negeri, tetapi  juga ke perguruan tinggi swasta.

Dengan adanya MoU ini, penetapan perguruan tinggi negeri koordinator pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) akan dilakukan Kemenristek DIKTI. Tahun lalu penetapannya dilakukan BSNP berdasarkan rekomendasi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri. MoU ini juga menunjukkan keseriusan dalam pelaksanaan UN sehingga hasilnya menjadi kredibel, akseptabel, dan akuntabel.

Peningkatan  Indeks Intergritas

Kepala Balitbang juga mengingatkan peserta rakor untuk selalu meningkatkan indeks integritas sebagai cerminan dari pelaksanaan UN yang jujur, transparan, profesional, dan akuntabel.

“Jika nilai UN masih belum bersih dari gangguan-gangguan akibat dari absennya integritas, maka kepercayaan publik terhadap pemanfaatan hasil UN juga akan melemah”, ucap  Totok seraya menegaskan perlunya diberlakukan disinsentif bagi satuan pendidikan yang memiliki indeks integritas rendah dan diberikan insentif bagi satuan pendidikan yang memiliki indek integritas tinggi.

Salah satu cara meningkatkan indeks integritas dalam pelaksanaan UN adalah melalui intervensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu UN berbasis komputer atau Compter Based Test (CBT). Dalam hal ini Puspendik telah melakukan rintisan UN CBT pada tahun 2015 dan akan diperluas dalam pelaksanaan UN tahun 2016.

“Indeks integritas sekolah yang melaksanakan UN CBT cenderung lebih tinggi dibanding dengan indeks integritas sekolah yang melaksanakan UN berbasis kertas. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan indeks integritas melalui UN CBT”, ucap Nizam memotivasi peserta rakor dengan slogan reward achievers and support low performers. Artinya, berikan penghargaan kepada mereka yang memiliki prestasi tinggi dan beri dukungan kepada mereka yang memiliki prestasi rendah.

Menurut Nizam Kepala Puspendik, pelaksanaan UN CBT tahun 2015 mendapat respon positif dari berbagai pihak. UN CBT dirasakan lebih efektif, efisien, dan kredibel dibanding dengan UN berbasis kertas. Respon positif ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta UN CBT dari 554 pada tahun 2015 menjadi 2.500 hingga hari ini (saat rakor ini dilaksanakan) dan akan bertambah lagi sampai batas akhir pendataran yang diperpanjang sampai tanggal 15 November 2015.

Lebih lanjut Nizam memberikan ilustrasi kompleksitas dan kesibukan yang dirasakan para pelaksana UN berbasis kertas. Banyak kepala sekolah yang berangkat dari rumah sebelum shalat subuh untuk mengambil soal dari titik simpan yang ditetapkan panitia UN tingkat kabupaten/kota. Mereka menunaikan shalat subuh di tempat penyimpanan naskah soal, karena jarak dari rumah ke tempat tersebut sangat jauh. Sekurang-kurangnya mereka memerlukan waktu dua jam untuk mengambil soal. Berbeda dengan sekolah yang menyelenggarakan UN CBT. Kesibukan hanya terlihat di ruang komputer. Kepala sekolah dan guru bisa memanfaatkan waktunya untuk keperluan lain, sebelum UN dimulai.

Namun tidak dinafikan, kondisi di lapangan, sebagaimana diungkapkan Nizam, masih terdapat pihak tertentu yang bersikap resisten terhadap UN CBT. Bahkan ada sekolah yang semula sudah bersedia melaksanakan UN CBT, tetapi akhirnya mengundurkan diri dan memilih melaksanakan UN berbasis kertas. Dalam hal ini, Nizam menegaskan bahwa peserta yang sekarang menggunakan UN CBT, hasilnya tidak berbeda dengan mereka yang mengikuti UN PBT. Jika ada peserta UN PBT yang hasilnya berbeda dengan hasil UN CBT, dipastikan kejujuran peserta terjamin.  Artinya, mereka memiliki indeks integritas yang tinggi.

Oleh karena itu, Nizam mengajak peserta rakor untuk meyakinkan calon peserta UN, orang tua siswa, dan guru bahwa tidak ada pihak yang dirugikan dengan UN CBT. Sebab sistem aplikasinya dibuat seramah mungkin bagi pengguna (friendly user) dan prinsip keadilan sangat dipegang teguh.

“Generasi kita saat ini sangat berbeda dengan generasi kita atau orang tua kita. Dahulu kala kita belajar masih menggunakan asbak, papan tulis dan kapur, sekarang mereka sudah menggunakan gadget dan teknologi. Justru menjadi tidak adil bagi kita jika memperlakukan anak didik kita dengan cara-cara yang tradisional atau kovensional”, ungkap Nizam yang menerima penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas jasanya melakukan perubahan dalam pelaksanaan UN dari yang berbasis kertas ke UN  berbasis komputer.

UN Bagi Daerah Terkena Bencana Asap

Sebagaimana kita ketahui bersama, sudah lebih dari empat bulan ada tujuh provinsi yang terkena bencana asap akibat kebakaran hutan gambut di wilayah Sumatera dan Kalimantan Tengah. Pemerintah Daerah di provinsi tersebut telah mengambil kebijakan untuk meliburkan proses pembelajaran selama terjadi kabut asap.

Menyikapi kondisi tersebut, menurut Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang, melalui rapat pimpinan Kemdikbud telah diambil kebijakan untuk memberikan dispensasi dalam pelaksanaan UN bagi sekolah-sekolah yang diliburkan lebih dari 28 hari. Jadwal UN akan dibedakan dengan dengan daerah yang tidak terkena bencana dan modus UN dilaksanakan dengan UN CBT.

“Mengingat bervariasinya sekolah-sekolah yang terkena bencana kabut asap, ada yang diliburkan selama tiga minggu atau lebih, maka pelaksanaan UN akan diatur tersendiri karena tidak memungkinkan mereka mengejar kekurangan penyelesaian kurikulum jika jadwal UN disamakan dengan daerah yang tidak terkena bencana kabut asap”, ucap Dadang seraya menambahkan cara yang terbaik untuk melaksanakan UN di sekolah-sekolah tersebut adalah dengan UN CBT.

Klik disini Bahan Sosialisasi UN 2016

Klik disini Draft POS UN 2016

RALAT Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016

Berikut disampaikan :

  1. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0035/P/BSNP/IX/2015 tentang Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Peraturan BSNP Kisi-kisi UN Dasar Menengah 2015-2016);
  2. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2016 SMP);
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Teologi Kristen/Sekolah Menengah Agama Katolik Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2016 SMA);
  4. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2016 SMK);
  5. Kisi-Kisi Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun Pelajaran 2015/2016 (Kisi Kisi Ujian Nasional Paket B & C).

RPP Matematika Peminatan Kelas XII Kurikulum 2013

Memenuhi permintaan dari beberapa kawan yang menginginkan RPP Matematika Peminatan Kelas XII, berikut ini saya uploadkan contoh RPP Matematika Peminatan Kelas XII SMA Kurikulum 2013 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran di sekolahnya masing-masing.
RPP ini dibuat per bab/pokok bahasan, dimana untuk matematika peminatan kelas XII terdiri dari 8 bab yaitu:
Kelas XII Semester 1
  1. Matriks
  2. Vektor
  3. Bunga Majemuk, Angsuran dan Anuitas
  4. Komposisi Transformasi Geometri
Kelas XII Semester 2
  1. Dimensi Tiga
  2. Trigonometri
  3. Integral Tentu
  4. Integral Parsial

Berikut ini adalah link download RPP Matematika Peminatan Kelas XII Kurikulum 2013.

bab-1 Penerapan Matriks.doc
bab-2 Vektor.doc
bab-3 Matematika Keuangan.doc
bab-4 Komposisi Transformasi Geometri.doc
bab-5 Dimensi Tiga.doc
bab-6 Trigonometri.doc
bab-7 Integral.doc

Mungkin anda membutuhkan ini juga : Silabus dan RPP Matematika Wajib dan Peminatan Kelas XII SMA Kurikulum 2013

Setelah anda mendownload RPP Matematika peminatan kelas XII SMA kurikulum 2013 ini, mohon diteliti dan diedit terlebih dahulu sebelum digunakan.
Poin-poin yang wajib anda ubah adalah :
Nama guru dan NIP
Nama sekolah
Nama Kepala sekolah dan NIP
Kemudian mohon dicermati pula tahapan kegiatan pembelajarannya mulai dari bahan apersepsi dan langkah-langkah di kegiatan inti. Satu hal lagi, jika sempat mohon dilengkapi lembar kegiatan siswa yang sebagian sudah saya buat dan rancangan penilaiannya.
RPP ini mengacu pada permendikbud nomor 81A dan permendikbud nomor 103 tahun 2015, jika ada sistematikanya yang tidak sesuai mohon koreksinya melalui kolom komentar di bawah ini.
Sebagaimana RPP-RPP lainnya yang pernah saya upload, RPP Matematika kelas XII  SMA kurikulum 2013 ini saya bagikan dalam format .docx agar dapat diedit langsung oleh pembaca jika sekiranya ada hal-hal yang memang belum tepat. Mohon jika ada perbaikan anda upload ulang sehingga nantinya bisa dijadikan referensi yang lebih baik untuk pembaca yang lain.
Sumber: blog Matematrick

Download Kisi-kisi Resmi UN 2016 dari BSNP untuk Tingkat SD – SMA

Berikut disampaikan :
Tinggal klik Tulisan yang Diblok
  1. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0035/P/BSNP/IX/2015 tentang Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Peraturan BSNP Kisi-kisi UN Dasar Menengah 2015-2016);
  2. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP 2016);
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA 2016);
  4. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK 2016).

Kumpulan Soal dan Kunci OSK SMA 2015 – Semua Bidang

Berikut ini saya bagikan Soal-soal Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota/Kabupaten tahun 2015 beserta Kunci Jawabannya yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2015.

TAHAP UPLOADING….. Check Soon Again… :)

  1. BIDANG MATEMATIKA
  2. Cover Soal
  3. Soal – OSK 2015 Bidang Matematika
  4. Pembahasan – OSK 2015 Bidang Matematika (Bp. Eddy Hermanto, S.T.)
  5. BIDANG FISIKA
  6. Cover Soal
  7. Soal – OSK 2015 Bidang Fisika
  8. Pembahasan – OSK 2015 Bidang Fisika
  9. BIDANG KIMIA
  10. Cover Soal
  11. Soal – OSK 2015 Bidang Kimia
  12. Pembahasan – OSK 2015 Bidang Kimia
  13. BIDANG BIOLOGI
  14. Cover Soal
  15. Soal – OSK 2015 Bidang Biologi
  16. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Biologi
  17. BIDANG KOMPUTER
  18. Cover Soal
  19. Soal – OSK 2015 Bidang Komputer
  20. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Komputer
  21. BIDANG ASTRONOMI
  22. Cover Soal
  23. Soal – OSP 2015 Bidang Astronomi
  24. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Astronomi
  25. BIDANG EKONOMI
  26. Cover Soal
  27. Soal – OSK 2015 Bidang Ekonomi
  28. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Ekonomi
  29. BIDANG KEBUMIAN
  30. Cover Soal
  31. Soal – OSK 2015 Bidang Kebumian
  32. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Kebumian
  33. BIDANG GEOGRAFI
  34. Cover Soal
  35. Soal – OSK 2015 Bidang Geografi
  36. Kunci Jawaban – OSK 2015 Bidang Geografi

Buku wajib kurikulum 2013 kelas 12

Kepada Yth.
Kepala SMA Penerima Buku Kurikulum 2013
di Provinsi Jawa Barat

Sehubungan dengan adanya keterlambatan penyelesaian pekerjaan Penggandaan dan Pengiriman Buku Kurikulum 2013 Kelas XII SMA dan SMK Tahun 2015 untuk Paket 2 dan Paket 3 (khususnya wilayah Jawa Barat) dengan pihak penyedia PT. Aridas Karya Satria, bersama ini kami sampaikan link File/softcopy Buku Kurikulum 2013 tersebut untuk dapat diunduh oleh masing-masing sekolah. Diusahakan untuk Buku Siswa yang sedang proses pengiriman akan diterima dalam minggu ini. Kami mohon juga kepada Bapak/Ibu Kepala Sekolah yang menerima email link Buku Kurikulum 2013 ini, dapat menyebarluaskan kepada SMA/SMK yang melaksanakan Kurikulum 2013.

Link Buku Kurikulum 2013 Kelas XII SMA dan SMK Tahun 2015:

http://tinyurl.com/BukuK13KelasXII

Sebagai informasi tambahan, terlampir kami sampaikan daftar Sekolah penerima Buku Kurikulum 2013 Kelas XII SMA dan SMK Tahun 2015.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,

Subdit Pembelajaran
Direktorat Pembinaan SMA
Jalan R.S. Fatmawati, Komplek Kemdikbud Gd. A Lantai 3
Jakarta Selatan 12410
Telp./Fax. (021) 7669205

*Kontak Person :
Yusuf Andrian (0812 1950 6065)

Laporan Hasil Belajar Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015

Penilaian merupakan masalah yang paling krusial di kurikulum 2013. Salah ide penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Namun perkembangan selanjutnya ditegaskan di permendikbud 104/2014 penilaian terdiri dari penilaian autentik dan non-autentik (Pasal 2 ayat 1 Permendikbud 104/2014).

Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu dipahami mengenai ketentuan-ketentuan penilaian menurut permendikbud 104 tahun 2014 sebagai berikut:

  1. Pengambilan nilai sikap menggunakan tehnik MODUS. nilai pengetahuan dengan tehnik RERATA dan nilai keterampilan dengan tehnik RERATA OPTIMUM (Pasal 6)

  2. Untuk setiap kegiatan penilaian, yaitu ulangan harian, ulangan tengah semester, penugasan dan lain-lain menggunakan skor 1 – 4. Tidak lagi menggunakan skor 0 – 100.(lampiran halaman 22)

  3. Ketuntasan untuk nilai pengetahuan dan keterampilan adalah 2,67, sedangkan untuk nilai sikap adalah B (lampiran halaman 12).

  4. Nilai dalam rapor SMP dan SMA untuk pengetahuan dan keterampilan dinyatakan dalam bentuk angka real (bukan kelipatan 0,33) dan dalam bentuk predikat (huruf A – D), Sedangkan nilai sikap dinyatakan dalam bentuk SB, B, C dan K dan dilengkapi dengan deskripsi (lampiran halaman 25).

  5. Tabel konversi skor dan predikat hasil belajar untuk setiap ranah adalah sebagai berikut:KONVERSI

  6. Penilaian diri dilakukan sekali di akhir semester (lampiran halaman 22).

Untuk mengunduh permendikbud 104 tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik silakan klik di sini

Silahkan unduh klik disini LCK kelas 11

Silahkan unduh klik disini LCK kelas 10